Pesantren sebagai Model Pendidikan Sepanjang Hayat (Life Long Education): Relevansi Metode Tradisional di Era Modern.
Keywords:
Pendidikan Sepanjang Hayat, Pesantren, ModernisasiAbstract
Konsep pendidikan sepanjang hayat (Pendidikan Sepanjang Hayat/PJH) mengacu pada pembelajaran yang berlangsung terus-menerus sepanjang hidup, mencakup pendidikan formal, nonformal, dan informal. UNESCO (2015) menekankan bahwa tujuan PJH adalah untuk mengembangkan potensi individu secara menyeluruh dalam aspek pribadi, sosial, ekonomi, dan budaya. Konsep ini sejalan dengan ajaran Islam yang mengharuskan umatnya untuk menuntut ilmu sepanjang hidup, sebagaimana tercantum dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Pendidikan sepanjang hayat dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, salah satunya melalui pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional. Pesantren mengintegrasikan pendidikan agama dengan nilai-nilai moral, akhlak, dan spiritual, yang tetap relevan meskipun menghadapi tantangan modernisasi. Pesantren tradisional, yang berfokus pada pengajaran kitab-kitab kuning dan metode halaqah, memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan akhlak santri. Meskipun demikian, pesantren tidak luput dari tuntutan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan sistem pendidikan global. Di era digital, pesantren mulai mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas pendidikan tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisional. Oleh karena itu, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dapat memainkan peran penting dalam konsep pendidikan sepanjang hayat, menggabungkan tradisi dengan inovasi guna menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.
Downloads
References
Fawait, A. (2017). Pendidikan Pesantren; Sebagai Suksesi Life Long Education di Indonesia. Vicratina: Jurnal Ilmiah Keagamaan, 2(1), 53–60.
Halil, H. (2022). Relevansi Sistem Pendidikan Pesantren di Era Modernisasi. Al-Ibrah: Jurnal Pendidikan Dan Keilmuan Islam, 7(1), 95–113.
Harmathilda, H., Yuli, Y., Hakim, A. R., Damayanti, D., & Supriyadi, C. (2024). Transformasi Pendidikan Pesantren Di Era Modern: Antara Tradisi Dan Inovasi. Karimiyah, 4(1), 33–50.
Holil, M., Nada, Z., Shaleh, M., Muis, A., & Ruzakki, H. (2023). Inovasi Pembelajaran Di Pondok Pesantren Di Era Globalisasi. Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan Dan Pedagogi Islam, 7(2), 189–199.
Inayatulloh, S. (2024). Telaah Epistemik Kapita Selekta Pendidikan Islam: Belajar Sepanjang Hayat. An-Nidhom: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(1), 33–47.
Iryana, W. (2015). Tantangan Pesantren Salaf di Era Modern. AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman, 2(1), 64–87.
Junaidi, R. A. A., Rama, B., & Yahdi, M. (2023). Lembaga Pendidikan Pesantren Di Indonesia. Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan Dan Keislaman, 18(2), 101–107.
Krisdiyanto, G., Muflikha, M., Sahara, E. E., & Mahfud, C. (2019). Sistem pendidikan pesantren dan tantangan modernitas. Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(1), 11–21.
Purnamasari, N. I. (2016). Konstruksi Sistem Pendidikan Pesantren Tradisional di Era Global: Paradoks dan Relevansi. EL-BANAT: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 6(2), 194–212.
Sahibuddin, S. (2017). Relevansi Sistem Pendidikan Pesantren Tradisional Dalam Era Modernisasi (Studi Kasus Ponpes Miftahul Ulum Bettet Pamekasan). Al-Ulum Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Ke Islaman, 4(1), 145–162.
Wirayanti, W., Erna, E., Cherawati, C., & Khaerani, S. (2024). Metode pendidikan tradisional pesantren dalam membina akhlak santri (Studi Pesantren Nahdlatul Ulum Kabupaten Maros). Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(10), 424–437.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 zidan el zaldie, Nur Khasanah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










