Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dan Penguasaan Penggunaan Media Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Keywords:
Kompetensi Profesional, Media Pembelajaran, Motivasi Belajar.Abstract
Kompetensi profesional guru merujuk pada kemampuan guru dalam menguasai materi pembelajaran secara mendalam, mengembangkan metode pembelajaran yang efektif, serta menyesuaikan strategi dengan karakteristik peserta didik, guru yang kompeten secara profesional mampu mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna, namun di lapangan, masih ditemukan gap antara kompetensi guru yang diharapkan dan kenyataan terutama dalam hal penguasaan metode inovatif dan adaptasi terhadap perubahan kurikulum. Maka penting untuk melakukan penelitian yang mendalam mengenai bagaimana kompetensi profesional guru dan penguasaan penggunaan media pembelajaran dapat memengaruhi motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan menganalisis pengaruh kompetensi profesional guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam., (2) mengetahui dan menganalisis pengaruh penguasaan penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (3 mengetahui dan menganalisis pengaruh kompetensi profesional guru dan penguasaan penggunaan media pembelajaran secara bersama-sama (simultan) terhadap motivasi belajar siswa, di Sekolah Dasar Negeri Margagiri, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif sebagai metode penelitiannya. Penelitian deskriptif kuantitatif bertujuan untuk mengumpulkan data dengan mendeskripsikan suatu hal atau fenomena, penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan kuesioner atau pengamatan situasi saat ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang topik yang diteliti. Kami mengumpulkan data untuk menguji hipotesis atau memberikan jawaban atas pertanyaan melalui kuesioner dan metode lain. Hasil penelitian, Pertama, variabel kompetensi professional mempunyai hasil analisis data statistic sebagai berikut: Mean (M) =28,79; Media (Me) =28,00; Modus (Mo)=25,00; Nilai Minimal=17,00; Nilai Maksimum=36,00; Standar Deviasi=4,565. Kedua, Variabel Media Pembelajaran mempunyai hasil analisis data statistic sebagai berikut: Mean (M) =28,96; Media (Me) =29,00; Modus (Mo)=25,00; Nilai Minimal=17,00; Nilai Maksimum=36,00; Standar Deviasi=4,144 Ketiga, Variabel Media Pembelajaran mempunyai hasil analisis data statistic sebagai berikut: Mean (M) =28,68; Media (Me) =28,00; Modus (Mo)=24,00; Nilai Minimal=19,00; Nilai Maksimum=36,00; Standar Deviasi=4,157. Mengingat Asymptotic Sig sebesar 0,043 lebih kecil dari 0,1, maka dapat dikatakan bahwa data yang berkaitan dengan variabel kompetensi Profesional berdistribusi normal. Kesimpulannya bahwa Kompetensi profesional guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Artinya, semakin tinggi kompetensi profesional guru, semakin besar pula dorongan siswa untuk aktif dan antusias dalam proses pembelajaran. Penguasaan penggunaan media pembelajaran juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Pemanfaatan media yang relevan, interaktif, dan menarik dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih baik sekaligus meningkatkan semangat belajar mereka. Secara simultan, kompetensi profesional guru dan penguasaan media pembelajaran memberikan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa
Downloads
References
Abas Erjati. 2017. Magnet Kepemimpinan Kepala Madrasah Terhadap Kinerja Guru. Jakarta. Elex Media Komputindo.
Andi Kristanto,(2016), Media Pembelajaran, Surabaya: Penerbit Bintang Surabaya.
Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran.cetakan ke15. (Jakarta: Rajawali Pers).
Bates, A. T. (2015). Teaching in a Digital Age: Guidelines for Designing Teaching and Learning. Tony Bates Associates Ltd.
Dauyah, Ema dan Yulinar. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Bahasa Inggris Mahasiswa NonPendidikan Bahasa Inggris. Jurnal Serambi Ilmu, Vol. 19 No. 2 (2018) 196-209
Depdiknas, Undang-Undang Guru Dan Dosen Republik Indonesia, Url. Laman Depdiknas, (Jakarta: Pusat Data Dan Informasi Depdikans, 2005).
Djam’an Satori, dkk, Profesi Keguruan, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2008).
Fosnot, C. T. (Ed.). (2013). Constructivism: Theory, perspectives, and practice (2nd ed.). New York: Teachers College Press.
Gagne dan Briggs. 1979. Principles of Instructional design. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Hamzah Pagara, dkk, (2022), Media Pembelajaran, Makassar: Badan Penerbit UNM.
Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2011). Models of Teaching (9th ed.). Boston: Pearson Education
Majid, A. (2013). Perencanaan pembelajaran: Mengembangkan standar kompetensi guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2020).
Munadi, Yudhi. 2013. Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru, Jakarta: UMP Press National Education Association.
Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
Novi Mayasari & Johar Alimuddin, Strategi Meningkatkan Motivasi Belajar, Banyumas: CV Rizquna, 2023.
Nurfuadi, Manajemen Kompetensi Pedagogik Guru, (Banyumas: Wawasan Ilmu, 2024).
Nurfuadi, Manajemen Kompetensi Pedagogik Guru, (Banyumas: Wawasan Ilmu, 2024).
Payong, M. R. (2011). Sertifikasi Profesi Guru. (Jakarta: Indek).
Pinton Setya Mustafa, (2024), Profesi Keguruan, (Mataram: Pustaka Madani).
Riswadi, Kompetensi Profesional Guru, (Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia, 2019).
Sadiman, Arief S., dkk. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. (Jakarta: Rajawali Pers, 2015).
Schön, D. A. (1983). The reflective practitioner: How professionals think in action. New York: Basic Books.
Setiawan, A., & Masyhud. (2021). Profesi & Etika Keguruan. UMM Press.
Shulman, L. S. (1986). Those who understand: Knowledge growth in teaching. Educational Researcher, 15(2), 4–14.
Slameto.2010. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta.Rineka Cipta.
Soetjipto & Raflis Kosasi, Profesi Keguruan, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2004).
Sudarwan Danim, Inovasi Pendidikan Dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2002).
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, (Jakarta: Rajawali Press, 2016).
Sunhaji. 2008. Manajemen Madrasah. Yogyakarta. Grafindo & Purwokerto. STAIN Press.
Suprihatiningrum, J. (2013). Guru Profesional Pedoman Kinerja, Kualifikasi, dan Kompetensi Guru. (Jakarta: Ar-Ruzz Media).
Susanto Ahmad. 2016. Teori Belajar dan Pembelajaran di SD. Jakarta: Kencana, hlm. 19
Syafruddin & M. Basyiruddin Usman, Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum, (Jakarta; Ciputat Press, 2003).
Syah, M. (2014). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. (Bandung: Remaja Rosdakarya).
Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Syarifah Normawati, dkk, Etika & Profesi Guru, (Riau: PT Indragiri dot com, 2019).
Syarifah Normawati, Etika & Profesi Guru, (Riau: PT Indragiri dot com, 2019).
Uno, H. B. (2011). Profesi Kependidikan. (Jakarta: Bumi Aksara).
Winkel, W.S. 2009. Psikologi Pengajaran. (Yogyakarta: Media Abadi).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tatu Muta’aliah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










