Kapuhunan sebagai Etnopedagogi Masyarakat Kalimantan: Telaah Komparatif Kapuhunan dari Suku Banjar dan Dayak
Keywords:
Kapuhunan, Etnopedagogi, suku Banjar, suku Dayak, KalimantanAbstract
Indonesia dikenal sebagai negara menyimpan ribuan kekayaan warisan budaya tak benda yang tersebar di setiap sukunya. Berdasarkan data dari situs Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tercatat ada sekitar 1941 warisan budaya tak benda yang dimiliki oleh Indonesia sejak 2013, termasuk warisan budaya berupa etika kapuhunan yang berasal dari pulau Kalimantan. Kapuhunan ini juga menjadi etnapedagogi bagi masyarakat yang memengaruhi perilaku sehari-hari masyarakat Kalimantan. Tujuan dari penelitian ini yakni guna mengeksplorasi konsep kapuhunan melalui perbandingan versi kapuhunan dari dua suku terbesar di pulau Kalimantan yakni suku Banjar dan Dayak dengan menggunakan metode penelitian kualitatif-komparatif dengan pengumpulan data melalui wawancara secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapuhunan dalam versi budaya Banjar dan Dayak dipahami sebagai keadaan sial akibat tidak menerima tawaran makan dari orang dan terlalu melakukan perilaku berlebihan di tempat tertentu. Meskipun terdengar mengerikan, namun kapuhunan mengandung nilai etnopedagogis yang menjadikan masyarakat menjadi menjunjung tinggi tata krama, kehati-hatian, dan keseimbangan batin. Perbedaan kontras dari kapuhunan versi suku Banjar dan Dayak terletak pada landasan dan tata penyembuhannya. Kapuhunan versi suku Banjar mengaitkannya dengan aspek agama khususnya agama Islam, sedangkan suku Dayak lebih kepada prinsip atau aturan pamali.
Downloads
References
Adib, H. (2021). Transformasi Pendidikan Islam Perspektid Hukum Tiga Tahap Aguste Comte. Al-Madaris, 2(2).
Akbar, M. A. (2025). Kepercayaan rerhadap Kapuhunan di Masyarakat Banjar. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence,Economic and Legal Theory, 3(1).
Anshari, M. (2024). Concept of Illness Etiology in a Traditional Medical System: Analysis Of Philosophy of Aruh and Healing Ritual as Ethnomedic. International Journal of Anthropology and Ethnology, 8(1), 6. https://doi.org/10.1186/s41257-024-00107-5
Aseri, A. F., Sahriansyah, S., & Hadi, A. (2009). Alfani Daud: Riwayat dan Pemikirannya. Antasari Press.
Firdaus, Z., Magfirah, A., Hadi, A., Alfiannoor, I., Luthfi, F., & Ag, S. (2023). Review of Islamic Law Regarding the Beliefs of the Banjar Community Regarding Pamali and Kapuhunan in Their Daily Lives. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence,Economic and Legal Theory (IJIJEL), 1(2).
Hidayat, A. F., Surana, D., & Hayati, F. (2022). Analisis Pendidikan tentang Akhlak Memuliakan Tamu terhadap Al-Quran Surat Adz-Dzariyat Ayat 24-27. Bandung Conference Series: Islamic Education, 2(2), 297–304. https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2.3317
Jeferson, J. (2022). Pamali Dalam Masyarakat Dayak Meratus Kecamatan Hampang Kabupaten Kotabaru (Pamali In Dayak Meratus Community In Hampang District, Kotabaru Regency). Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya, 12(1), 181. https://doi.org/10.20527/jbsp.v12i1.13053
Kemendikdasmen, K. (2024). Perkembangan Validasi Cagar Budaya. budbas.data.kemdikbud.go.id
Maulaya, N. H. & Agus Machfud Fauzi. (2024). Religious People’s Perception of the Kapuhunan Myth: (Case Study of Pangkalan Bun City, West Kotawaringin). ASKETIK, 8(1), 120–138. https://doi.org/10.30762/asketik.v8i1.1448
Mufidah, I., Widodo, W., & Gunansyah, G. (2025). Implementasi Budaya Nyadran Sebagai Sumber Belajar Etnopedagogi Di Sekolah Dasar. 2(1).
Nainggolan, A. M., & Daeli, A. (2021). Analisis Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget dan Implikasinya bagi Pembelajaran. Journal of Psychology “Humanlight,” 2(1), 31–47. https://doi.org/10.51667/jph.v2i1.554
Pramono, M. Z., & Zakiyah, M. (2025). Makna Kapuhunan Makanan dalam Masyarakat Banjarmasin Kalimantan Selatan: Kajian Etnolinguistik.
Putri, A. A. (2019). Membedah Mitos Kapuhunan di Kalimantan dari Aspek Psikologi. Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 15(2), 334. https://doi.org/10.32528/ins.v15i2.2994
Rahmadi, R. (2022). Agama dan Budaya Masyarakat Banjar: Ikhtisar Tematis Hasil Penelitian Agama dan Lokalitas. Zahir Publishing.
Saefulloh, A., Mustika, M., Sunarno, A., Lion, E., & Anggraini, V. (2023). Sapulun: Pamali Lisan dalam Membentuk Profil Pelajar Pancasila serta Kaitannya dengan Musibah di Kalimantan. 21(2).
Utami, L. S. S. (2015). Teori-Teori Adaptasi Antar Budaya. Jurnal Komunikasi, 7(2).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Noor Syifa Azkia Rahmah, Asikin Nor (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










