Analisis Teoretis Paradoks Intelektual Muslim: Perspektif Goleman dan Al-Ghazali

Authors

  • Elok Nadiatun Naimah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Author
  • Sugeng Listyo Prabowo Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Author

Keywords:

Paradoks Intelektual, Kecerdasan Emosional, Tazkiyatun Nafs, Diskrepansi Moral.

Abstract

Munculnya berbagai kasus diskrepansi moral yang melibatkan tokoh agama terpandang belakangan ini telah menciptakan kegelisahan sosioreligius yang serius, di mana masyarakat kerap terjebak di antara skeptisisme buta atau ketaatan yang tidak kritis. Penelitian ini berupaya membedah akar paradoks tersebut melalui lensa interdisipliner, yaitu dengan mengonfrontasi gagasan Kecerdasan Emosional Daniel Goleman dengan konsep Tazkiyatun Nafs milik Imam Al-Ghazali. Dengan mengandalkan metode penelitian kepustakaan melalui pendekatan fenomenologi, kajian ini menelusuri bagaimana pemisahan antara kapasitas intelektual dan kematangan psikospiritual dapat terjadi dalam realitas sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa penguasaan mendalam atas teks-teks suci sering kali tidak linear dengan integritas personal apabila individu mengalami kegagalan dalam mengelola ego dan kesadaran emosionalnya. Ilmu agama, dalam konteks ini, justru berisiko bertransformasi menjadi alat pembenaran atas perilaku menyimpang. Sehingga, integrasi antara kesehatan mental dan pembersihan jiwa menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah lahirnya figur otoritas yang hanya cerdas secara tekstual namun rapuh secara karakter.

Downloads

Download data is not yet available.

References

AbdulAziz Algeriani, A. M. & Mohadi, M. (2019). The House of Wisdom (Bayt al-Hikmah), an educational institution during the time of the Abbasid dynasty. A historical perspective. Pertanika Journal of Social Sciences and Humanities, 27(2), 1297–1313. https://www.scopus.com/inward/record.uri?eid=2-s2.0-85069168568&partnerID=40&md5=236b96baa7c9efe5e0208f1a3b23fbfe

Ahmad, H. (2023). Mapping Neo-Modern and Postmodern Qur’ānic Reformist Discourse in the Intellectual Legacy of Fazlur Rahman and Mohammed Arkoun. Religions, 14(5). https://doi.org/10.3390/rel14050595

Akhtar, M., Atif, M., Rao, A. & Kaplan, D. (2023). Islamic Intellectualism versus Modernity: Attempts to Formulate Coherent Counter Narrative. 13(1).

Al Makin, et al. (2023). 70 TAHUN M. AMIN ABDULLAH Pemikir, Guru dan Pemimpin (W. F. R. N. E. P. S. Y. M. Anshori (ed.); Cetakan 1:). Laksbang Akademika.

Barton, G., Yilmaz, I. & Morieson, N. (2021). Authoritarianism, democracy, islamic movements and contestations of islamic religious ideas in Indonesia. Religions, 12(8). https://doi.org/10.3390/rel12080641

Buţiu, C. A. & Pascaru, M. (2014). Religious leadership and environmental concerns. A mining project case study. Journal for the Study of Religions and Ideologies, 13(39), 164–180. https://www.scopus.com/inward/record.uri?eid=2-s2.0-84910113004&partnerID=40&md5=57fbd006e72f71591eaf8ff441157601

Canina, A. (2025). 14.000+ Kasus Kekerasan di 2025, Sudahkah Perempuan Indonesia Merdeka? Aman Indonesia. https://amanindonesia.org/14-000-kasus-kekerasan-di-2025-sudahkah-perempuan-merdeka/

Chintya, R. & Sit, M. (2024). Analisis Teori Daniel Goleman dalam Perkembangan Kecerdasan Emosi Anak Usia Dini. 4(1), 159–168. https://doi.org/10.37680/absorbent

Davidson, B. W. (2020). How Jonathan Edwards Unmasks Religious Hypocrisy. In (Re)Presenting Magic, (Un)Doing Evil: Of Human Inner Light and Darkness (pp. 75–85). https://doi.org/10.1163/9781848881440_009

Dr. H. Zuchri Abdussamad, S.I.K., M. S. (2021). Metode Penelitian Kualitatif (: E. & M. S. Dr. Patta Rapanna, SE. (eds.); Pertama). CV. syakir Media Press.

Ellethy, Y. (2020). A controversial orthodoxy: Al-Ghazali’s revival of the religious sciences. NTT Journal for Theology and the Study of Religion, 74(4), 375–386. https://doi.org/10.5117/NTT2020.4.005.ELLE

Fadlan, M. & Atikah, M. (2021). UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL MENURUT PERSPEKTIF ISLAM. 4(1), 1–14.

Fadli, M. (2025). Larangan Merusak Lingkungan Dalam QS . Al- A ’ raf [ 7 ]: 56 Perspektif Tafsir Maqashidi. 1(2), 13–27.

Idriz, M. (2020). Expounding the concept of religion in islam as understood by syed Muhammad Naquib Al-Attas. Poligrafi, 25(99–100), 101–115. https://doi.org/10.35469/poligrafi.2020.233

Juni, R., Juni, R. & Juni, A. (2025). lembaga pendidikan keagamaan. Fenomena ini kian mendapat. 9(11), 1–6.

Juwita, S., Hambali, A. & Suhartini, A. (2023). Philosophical Thoughts of Islamic Education Seyyed Hossein Nasr ’ s Perspective and Its Relevance in the Modern Education Era. At-Ta’dib Journal of Pesantren Education, 18(01), 56–69.

Katajari.com. (2025). Investasi Bodong, Oknum Ustaz di Banjarbaru Tipu Nasabah Ratusan Juta Rupiah. https://www.katajari.com/investasi-bodong-oknum-ustaz-di-banjarbaru-tipu-nasabah-ratusan-juta-rupiah/

Kimball, C. (2008). WHEN RELIGION BECOMES EVIL. HarperCollins.

Komnas Perempuan. (2022). Apresiasi atas Keputusan Pengadilan Bandung dalam Pemenuhan Hak-Hak 13 Santriwati Korban Kekerasan Seksual dan Mendorong Pidana Penjara Seumur Hidup. Siaran Pers Komnas Perempuan. https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/tentang-kasus-kekerasan-seksual-terhadap-13-santriwati-dan-pidana-mati-bagi-pelaku

Kukkonen, T. (2025). Al-Ghazālī and Ibn Rushd on the End of the World. Theology and Science, 23(3), 675–689. https://doi.org/10.1080/14746700.2025.2514315

Maharani, T. & Rastika, I. (2021). Yahya Waloni Didakwa Lakukan Ujaran Kebencian dan Penodaan Agama. Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2021/11/24/09341561/yahya-waloni-didakwa-lakukan-ujaran-kebencian-dan-penodaan-agama#:~:text=GRATIS * Event. * Store.

Melano, R. K. S. (2025). Fakta-Fakta Kasus Pencabulan Kiai di Bekasi 2025, Anak Angkat Lapor Polisi Ibu Bela Pelaku. TRIBUNPONTIANAK.CO.ID. https://pontianak.tribunnews.com/news/1144490/fakta-fakta-kasus-pencabulan-kiai-di-bekasi-2025-anak-angkat-lapor-polisi-ibu-bela-pelaku?page=all

Mhd Fakhruddinta Sebayang , Katimin, M. S. (2025). Peran dan Pengaruh Tokoh Agama dalam Membentuk Perilaku Politik Masyarakat: Studi Kasus Partisipasi Politik di Kabupaten Simalungun. REFORMASI ISSN 2088-7469 (Paper) ISSN 2407-6864 (Online) Volume 15 Nomor 1 (2025), 15, 1–15.

Mustofa, A. (2025). Belasan santriwati diduga menjadi korban pelecehan seksual di salah satu pesantren di Sumenep, Jawa Timur. Relasi kuasa dan doktrin agama membuat kekerasan seksual di lingkungan pesantren terus berulang, kata aktivis perempuan. BBC INews Ndonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c93y3x2l3qeo

Noktaria, M., Marlia, A., Oktapia, E., Rahmawati, L. & Panes, A. (2025). Kontribusi Ilmuwan Muslim dalam Mengimplementasikan Ilmu Pengetahuan pada Masa Keemasan Islam Contribution of Muslim Scientists in Implementing Science in the Golden Age of Islam. 5(1), 1409–1417.

Nurfajriani, W. V., Wahyu, M., Arivan, I., Sirodj, R. A. & Afgani, M. W. (2024). Triangulasi Data Dalam Analisis Data Kualitatif Wiyanda. 10(September), 826–833.

Pasqua, H. (2024). Abu Hamid Al-Ghazali: From the destruction of metaphysics to mysticism or faith without reason. Revue Thomiste, 124(4), 635–660. https://www.scopus.com/inward/record.uri?eid=2-s2.0-105003577256&partnerID=40&md5=6484daae9056898ec82297ec59092e86

Peterson, B. (2023). Visions of the Islamic State: Fazlur Rahman and Islamic Nomocracy. Islamic Studies, 62(2), 161–188. https://doi.org/10.52541/isiri.v62i2.2658

Rahmatika, D. N., Hamzani, A. I. & Aravik, H. (2020). Sight Beyond Sight : Foreseeing Fraudulent Financial Reporting through the Perspective of Islamic Legal Ethics. 12(2), 235–250.

Ramadhan, B. (2025). Polisi Tangkap Pelaku Pedofilia di Tulungagung, 6 Anak Lelaki dan 1 Perempuan Jadi Korbannya. Kompas.Com. https://indeks.kompas.com/profile/7870/Bilal.Ramadhan

Ratnasari, I., Ahyar, A., Mirasari, T., Muslih, M., Fahrudin, F., Fauziah, A. & Septiyaningsih, R. (2025). Pendidikan Islam Pada Era Keemasan Abbasiyah: Studi Pustaka Terhadap Lembaga, Kurikulum, Dan Tokoh Ilmuwan. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 8(2), 6421–6428. https://doi.org/10.31004/jrpp.v8i2.46538

Raudhah, G., Candra, M. I., Aprilia, Q. A. & Nugraha, D. (2025). Mekanisme Perlindungan Korban Kekerasan Seksual Pondok Pesantren Yayasan Manarul Huda Bandung Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten , Indonesia serius , terlebih jika korbannya adalah anak-anak . Anak-anak adalah kelompok rentan yang t.

Rusli, R., Rudin, T., Darmawan, C. & Ibrahim, A. B. (2020). Reactualization of intellectualism in classical islamic thought in indonesia: Comparative study of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama post reformation. Utopia y Praxis Latinoamericana, 25(Extra1), 249–259. https://doi.org/10.5281/zenodo.3774635

Salazar, P. H. (2019). Qualitative methodology in librarianship and information science: A bibliographic analysis of academic articles. Investigacion Bibliotecologica, 33(78), 105–120. https://doi.org/10.22201/iibi.24488321xe.2019.78.58024

Sedikides, C. & Gebauer, J. E. (2021). Do religious people self-enhance? Current Opinion in Psychology, 40, 29–33. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2020.08.002

Tajdin, M. (2022). Understanding Islam between Theology and Anthropology: Reflections on Geertz’s Islam Observed. Religions, 13(3). https://doi.org/10.3390/rel13030221

Downloads

Published

2026-02-08

How to Cite

Analisis Teoretis Paradoks Intelektual Muslim: Perspektif Goleman dan Al-Ghazali. (2026). Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 1(4), 1887-1898. https://journal.al-afif.org/index.php/al-ilmiya/article/view/876

Similar Articles

61-70 of 81

You may also start an advanced similarity search for this article.