Hata Andung dalam Budaya Mandailing: Kajian Historis dan Makna Sosial

Authors

  • Mukhlis Lubis FKIP UGN Padangsidimpuan, Sumatera Utata, Indonesia Author

Keywords:

Hata Andung, tradisi lisan, budaya Mandailing, sejarah budaya

Abstract

Hata Andung merupakan tradisi lisan masyarakat Mandailing berupa ratapan atau nyanyian duka dalam upacara kematian yang mengandung nilai historis, sosial, dan budaya. Selain sebagai media ekspresi kesedihan, Hata Andung berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai adat, moral, dan identitas budaya. Namun, seiring modernisasi dan perubahan pemahaman sosial-keagamaan, praktik Hata Andung semakin jarang dilakukan dan berpotensi mengalami kepunahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejarah dan perkembangan Hata Andung serta mengungkap makna sosialnya dalam budaya Mandailing. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah dan sejarah lisan. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Data diperoleh melalui wawancara dengan inang parandung, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, serta didukung oleh sumber pustaka dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hata Andung merupakan bagian penting dari sistem adat Mandailing yang berfungsi sebagai media ungkapan duka, penguat solidaritas sosial, dan sarana pewarisan nilai budaya. Dalam perkembangannya, praktik Hata Andung mengalami penyempitan ruang pelaksanaan dan kini hanya bertahan secara terbatas. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian melalui dokumentasi, pendidikan budaya lokal, serta penguatan peran adat dalam kehidupan masyarakat Mandailing.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahimsa-Putra, Heddy Shri. (2012). Metodologi Penelitian Budaya. Yogyakarta: UGM Press.

Denzin, N. K. (1978). The Research Act. New York: McGraw-Hill.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Gottschalk, L. (1950). Understanding History. New York: Alfred A. Knopf.

Harahap, B. H. (2010). Mandailing: Sejarah dan Kebudayaannya. Medan: Pustaka Saroha.

Harahap, S. (2019). “Struktur dan Fungsi Tradisi Andung dalam Masyarakat Mandailing.” Jurnal Kebudayaan Sumatera Utara, 5(2).

Hasibuan, N. (2021). “Andung sebagai Identitas Budaya Mandailing.” Jurnal Antropologi Lokal, 3(1).

Koentjaraningrat. (2004). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Thompson, P. (2000). The Voice of the Past: Oral History. Oxford: Oxford University Press.

Vansina, J. (1985). Oral Tradition as History. Madison: University of Wisconsin Press.

Downloads

Published

2026-02-16

How to Cite

Hata Andung dalam Budaya Mandailing: Kajian Historis dan Makna Sosial. (2026). Advances In Education Journal , 2(4), 315-321. https://journal.al-afif.org/index.php/aej/article/view/870

Similar Articles

1-10 of 54

You may also start an advanced similarity search for this article.