Kerusakan Lingkungan Dalam Perspektif Al-Qur’an (Tafsīr Surat Al-A’rāf: 56 Dan Surat Al-Rūm: 41)

Authors

  • Aifatul Mufarida Pascasarjana, Universitas Darul Ulum Jombang Author
  • Amir Maliki Abitolkha Pascasarjana, Universitas Darul Ulum, Jombang, Indonesia Author
  • Tadjoer Ridjal Pascasarjana, Universitas Darul Ulum, Jombang, Indonesia Author

Keywords:

Kerusakan Lingkungan, Fasād, Al-A‘rāf ayat 56, Ar-Rūm ayat 41, Tafsīr komparatif

Abstract

Kerusakan lingkungan merupakan salah satu permasalahan global yang semakin mengkhawatirkan. Berbagai fenomena seperti pencemaran, deforestasi, banjir, tanah longsor, dan perubahan iklim menunjukkan adanya ketidakseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Dalam perspektif Islam, Al-Qur’an memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut, di antaranya melalui QS. Al-A‘rāf ayat 56 dan QS. Ar-Rūm ayat 41 yang memuat larangan melakukan kerusakan (fasād) di muka bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Al-Qur’an tentang kerusakan lingkungan, menjelaskan konsep fasād dalam QS. Al-A‘rāf ayat 56 dan QS. Ar-Rūm ayat 41, serta mengkaji implikasinya terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa Al-Qur’an dan kitab-kitab Tafsīr yang relevan, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan melalui metode Tafsīr tematik (maudhū‘ī) dengan mengkaji penafsiran para mufasir terhadap kedua ayat tersebut secara deskriptif-analitis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Al-Qur’an memandang kerusakan lingkungan sebagai bentuk penyimpangan terhadap tatanan kehidupan yang telah ditetapkan Allah. Manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara keseimbangan alam. (2) Konsep fasād dalam QS. Al-A‘rāf ayat 56 dan QS. Ar-Rūm ayat 41 mencakup berbagai bentuk kerusakan yang bersifat moral, sosial, dan ekologis yang timbul akibat perilaku manusia yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. (3) Implikasi konsep fasād terhadap pelestarian lingkungan hidup menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam kedua ayat tersebut dapat menjadi landasan etis dan spiritual dalam membangun kesadaran, kepedulian, dan perilaku yang berorientasi pada kelestarian lingkungan hidup.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdoellah, O. S. (2020). Dari ekologi manusia ke ekologi politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Abitolkha, A. M. (2022). Al-Taṣawwuf wa riyāḍat al-a‘māl fī al-ma‘had al-islāmī bi Indūnīsīyā: Dirāsah fī Ma‘had Riyāḍ al-Jannah al-Islāmī bi Bātshīt Mūjūkirtū. Journal of Indonesian Islam, 16(2), 534–565. https://doi.org/10.15642/JIIS.2022.16.2.534-565

Adimu, H. E., et al. (2024). Analisis pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Ternate: Kamiya Jaya Aquatic.

Ahmad, J. (2018). Desain penelitian analisis isi (Content analysis). Jurnal Analisis Isi.

Ahmad, M. (2020). Al-Qur’ān dan wawasan ekologi. Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Al-Hadits, 14(2).

Akbar, M. I. (2024). Ekospiritualisme Al-Qur'an: Studi atas tanggungjawab manusia sebagai khalīfah fī al-arḍ dalam penyelamatan alam. Blantika: Multidisciplinary Journal, 2(5). https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1299

Al-Azhari, M. L. A. (2020). Moderasi Islam dalam dimensi berbangsa, bernegara dan beragama perspektif maqashid asy-syari’ah. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 10(1), 27–45.

Aldi, M., Mardiyah, A., & Elvri, R. (2025). Pendidikan agama Islam. Padang: CV Dunia Penerbitan Buku.

Al-Isfahani, A.-R. (1992). Al-Mufradat fī gharīb al-Qur'an. Beirut: Dar al-Fikr.

Al-Kahhalah, U. R. (n.d.). Mu‘jam al-mu’allifīn: Tarājim muṣannifī al-kutub al-‘Arabiyyah. Beirut: Dar Ihya al-Turas al-‘Arabi.

Al-Qurṭubī, M. bin A. (2006). Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān wa al-Mubayyin limā Taḍammanahu min al-Sunnah wa Āy al-Furqān. Beirut: Mu’assasah al-Risālah.

Al-Rāzī, F. al-D. (1981). Mafātīḥ al-Ghayb. Beirut: Dār al-Fikr li al-Ṭibā‘ah wa al-Nashr wa al-Tawzī‘.

Ansar. (2019). Pelestarian lingkungan hidup perspektif Al-Qur’ān: Suatu kajian Tafsīr tematik. Makassar: UIN Alauddin Makassar.

Arafat, M. Y., et al. (2026). Pengelolaan hutan berkelanjutan. Makassar: CV Rey Media Grafika.

Arianto, F. (2022). Ekologi dalam perspektif Al-Qur’ān: Penafsiran QS Ar-Rūm ayat 40–45 analisis ma’na cum maghza. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Arifin, Z. (2020). Karakteristik Tafsīr Al-Miṣbāḥ. AL-IFKAR: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 13(1). https://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/ifkar/article/view/4063

Arifuddin, N. I. (2023). Penanggulangan kerusakan lingkungan alam dalam Al-Qur’ān perspektif Tafsīr An-Nûr Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Jakarta: Institut PTIQ Jakarta.

Ar-Rāzī, I. F. (1990). Al-Tafsīr al-Kabīr wa Mafātīḥ al-Ghayb. Beirut: Dar al-Fikr.

Ayatullah, H. (2024). Konsep ekologi dalam Al-Qur’ān dan implementasinya di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Bogor. Jakarta: Universitas PTIQ Jakarta.

Edwards, A. J., & Gomez, E. D. (2007). Konsep dan panduan restorasi terumbu: Membuat pilihan bijak di antara ketidakpastian. Jakarta: Yayasan Terumbu Karang Indonesia.

Emzir. (2016). Metode penelitian pendidikan kualitatif dan kuantitatif. Jakarta: Rajawali Pers.

Farida, I. N. A., Fatah, A., & Muzakky, A. H. (2025). Interpretasi kata fasād dan dampak terhadap kerusakan lingkungan. Ta'wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam, 6(3), 1278–1291.

Fuad, M. (2022). Sifat azab menurut Tafsīr Al-Munir: Analisis tentang ayat-ayat azaban. Jakarta: Institut PTIQ Jakarta.

Fuadi, H., & Firdaus, D. (2025). Tauhid sebagai landasan kesadaran lingkungan dalam perspektif Islam. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(5).

Hafizah, N., et al. (2025). Identifikasi variabel penelitian, jenis sumber data dalam penelitian pendidikan. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 3(2), 586–596. https://doi.org/10.62383/dilan.v2i2.1563

Hamimi, I., Rochmad, L., Fathurrahman, & Ngazizah, N. (2022). Kata fasad dalam Al-Qur'an: Analisis semantik Al-Qur'an. Lisanan Arabiya: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 6(2), 194–206.

Haqi, R., & Mabrur AH, S. (2025). Larangan fasād fī al-arḍ dalam Tafsir Al-Qur'an dan realitas deforestasi global: Studi komparatif Indonesia–Brasil. Al Kareem: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 43–45. https://jurnal.alhikmah.ac.id/index.php/alkareem/article/view/514

Hasan, F. (2021). Peta pemikiran M. Quraish Shihab dalam wacana studi Al-Qur'an di Indonesia. Jurnal Ilmiah Citra Ilmu, 17(34).

Hermanto, A., Hidayat, W., & Yudha, G. (2025). Filsafat lingkungan hidup. Purbalingga: CV Eureka Media Aksara.

Hidayat, F. I. (2020). Dampak reklamasi pantai dan tambang pasir terhadap ekosistem laut dan masyarakat pesisir. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Hudha, A. M., & Rahardjanto, A. (2018). Etika lingkungan: Teori dan praktik pembelajarannya (Vol. 1). Malang: UMM Press.

Humaida, N. (2024). Dasar-dasar pengetahuan lingkungan berbasis perubahan iklim global. Urban Green Central Media.

Iqbal, S. (2024). Konsep pertanian dalam Al-Qur’ān: Analisis Tafsīr tematik melalui pendekatan teori ekofarming sustainable. Jakarta: Institut PTIQ Jakarta.

Ismail, M., & Makmur. (2020). Al-Qurṭubī dan metode penafsirannya dalam kitab Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān. Jurnal Al-Asas, 5(2).

Jailani, M. S., & Saksitha, D. A. (2024). Tehnik analisis data kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian ilmiah. Jurnal Genta Mulia, 15(2), 79–91. https://ejournal.uncm.ac.id/index.php/gm/article/view/1147

Karim, A., Fuqohak, Z., & Atabik, A. (2022). Strategi pelestarian lingkungan dalam perspektif Al-Qur’an dan hadis. Advances in Humanities and Contemporary Studies, 3(2), 45–54.

Katsīr, I. ibn ‘U. ibn. (1999). Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Riyadh: Dār Ṭayyibah li al-Nashr wa al-Tawzī‘.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.

Keraf, S. (2006). Etika lingkungan. Jakarta: Kompas.

Kusharyati, I., Fauzi, A., & Yulianto, A. H. (2025). Sejarah pemikiran Islam: Bidang ilmu teologi, ilmu kalam, ilmu filsafat, ilmu fiqih dan ushul fiqih, politik Islam. Penerbit KBM Indonesia.

Lufira, R. D., Andawayanti, U., & Fitriani, N. Z. S. T. (2025). Krisis sumber daya air: Pendekatan inovatif dan solusi berkelanjutan. Malang: CV AE Media Grafika.

Mangunjaya, F. M. (2019). Konservasi alam dalam Islam (Edisi revisi). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Maula, N. A., & Muhammad, M. (2025). Tanggung jawab ekologi perspektif Al-Qur’an: Analisis mantūq dan mafhūm atas QS. Al-A‘rāf [7]: 56. Prosiding Nasional Pascasarjana IAIN Kediri, 8, 153–171. https://jurnalpascasarjana.iainkediri.ac.id/index.php/prosiding/article/view/3621

Maulida, H., & Bashori. (2024). Kajian kitab Tafsīr Mafātīḥ al-Ghayb karya Fakhruddin al-Razi. JIQSI: Jurnal Ilmu Al-Qur’ān dan Studi Islam, 2(2). https://doi.org/10.64341/jiqsi.v2i2.26

Moleong, L. J. (2000). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mubarak, M. S., et al. (2025). Pemikiran hermeneutika dalam konteks Al-Qur’ān dan Hadits. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.

Muhyin, N. F., & Nasir, M. R. (2023). Metode penafsiran Ibn Kaṡīr dalam Tafsīr Al-Qur’ān Al-Adzim. Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’ān dan Tafsīr, 8(1). https://doi.org/10.15642/mutawatir.2011.1.1.16-30

Mutakin, A. (2023). Fiqh ekologi: Upaya merawat lingkungan hidup berbasis konsep maqashid syariah. Syariah: Journal of Fiqh Studies, 1(2).

Nizaruddin, A. (2024). Paradigma kerusakan lingkungan dalam tinjauan Al-Qur’an. Dirasat: Journal Islamic Studies, 1(1), 1–16. https://jurnal.alhikmah.ac.id/index.php/dirasat/article/view/324

Nurhayati, A., Ummah, Z. I., & Shobron, S. (2018). Kerusakan lingkungan dalam Al-Qur’an. Suhuf, 30(2), 194–220. https://doi.org/10.23917/suhuf.v30i2.7643

Nurhidayati, S., et al. (2025). Analisis epistemologis terhadap kriteria mufassir: Telaah atas sumber, metode dan validitas ilmu dalam perspektif ushul al-tafsīr. AT-TAISIR: Journal of Indonesian Tafsīr Studies, 6(1).

Pratama, Y., Nasrullah, F., & Al Sidiq, F. (2025). Pelestarian lingkungan dalam QS. Al-A’raf ayat 56 perspektif Tafsīr Maqshidi. Wahyain: Journal of Quranic Sociology and Hadith, 1(2).

Pudjiastuti, S. R. (2025). Buku etika Islam dalam menjaga lingkungan hidup. Bandung: Penerbit Widina.

Qardhawi, Y. (2019). Halal haram dalam Islam. Solo: Era Adicitra Intermedia.

Qolbi, I., Huda, M., & Sawitri, R. (2026). Tafsīr Al-Miṣbāḥ M. Quraish Shihab. AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin, 3(5). https://doi.org/10.71282/at-taklim.v3i5.1857

Quddus, A. (2012). Ecotheology Islam: Teologi konstruktif atasi krisis lingkungan. Ulumuna, 16(2). https://doi.org/10.20414/ujis.v16i2.181

Rachman, W. M. R. (2023). Desalinasi air payau menggunakan surfactant modified zeolite. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Raco, J. R. (2010). Metode penelitian kualitatif: Jenis, karakteristik, dan keunggulannya. Jakarta: PT Grasindo.

Rahmatullah, H., & Mursalim. (2021). M. Quraish Shihab dan pengaruhnya terhadap dinamika studi Tafsīr Al-Qur’ān Indonesia kontemporer. Suhuf, 14(1). https://doi.org/10.22548/shf.v14i1.618

Rahmayani, D., et al. (2025). Integrasi kosmologi Jawa dan ekoteologi Islam dalam pemikiran Seyyed Hossein Nasr. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, 9(2). https://doi.org/10.14421/panangkaran.v9i2.4660

Ramadhan, M. Y. (2019). Al-Qur’ān dan kelestarian alam: Studi kasus pemaknaan Al-Qur’ān Surah Ar-Rūm ayat 41 dan Al-A‘rāf ayat 56 di Pesantren Agroekologis Biharul Ulum Bogor. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Rasyid, A. S. (2020). Ekosentrisme Islam dalam perspektif maqasid al-syari'ah. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Ridjal, Tajoer. (2006). Metode bricolage dalam penelitian sosial. Dalam Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Rizky, K. D., Fitriany, D., & Alifrasmadi, H. (2025). Metodologi penafsiran Quraish Shihab dalam Tafsīr Al-Miṣbāḥ perspektif as-Suyuti. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsīr dan Studi Al-Qur’ān, 1(1). https://journal.summacendekia.com/index.php/mufassir/article/view/7

Rosmiati, R., et al. (2025). Pendidikan Islam dan lingkungan hidup: Integrasi pendidikan lingkungan dalam PAI. Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial, 23(2). https://doi.org/10.37216/tadibjurnalpendidikanislamdanisu-isusosial.v23i2.2969

Saddad, A. (2017). Paradigma Tafsīr ekologi. Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin. https://doi.org/10.21274/kontem.2017.5.1.49-78

Shihab, M. Q. (2002). Tafsīr Al-Miṣbāḥ: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur'an (Vol. 1–15). Jakarta: Lentera Hati.

Sinapoy, S. (2019). Analisis fiqh lingkungan terkait penyalahgunaan pengelolaan pertambangan terhadap kerusakan lingkungan hidup. Halu Oleo Law Review, 3(1).

Siregar, A. B. A. (2018). Tafsīr bil-ma’tsur: Konsep, jenis, status, dan kelebihan serta kekurangannya. Hikmah, 15(2), 160–165. https://e-jurnal.staisumatera-medan.ac.id/index.php/hikmah/article/view/37

Soemarwoto, O. (2004). Ekologi lingkungan hidup dan pembangunan (Cet. 10). Jakarta: Jambatan.

Sudiyanto, I. W., et al. (2025). Ekologi dan konservasi lingkungan. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Sumantri, A. (2010). Kesehatan lingkungan dan perspektif Islam. Jakarta: Kencana.

Suryani, A. (2025). Rekonstruksi eko teologis dalam perspektif Tafsīr kontemporer: Membaca ulang ayat-ayat lingkungan di era krisis ekologi. Hikamatzu: Journal of Multidisciplinary, 2(2).

Syafi’ie, I. (2013). Teologi pendidikan epistemologis, ontologis, dan aksiologis. Jurnal Ijtimaiyyah, 6(2).

Syauqiah, Z., & Alfalah, A. H. S. (2025). Keseimbangan alam dalam perspektif Al-Qur’ān: Tafsīr tematik tentang lingkungan dan implikasinya dalam kehidupan modern. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(6).

Syukur, A. (2021). Buku pintar penanggulangan banjir. Yogyakarta: DIVA Press.

Tanjung, A. (2025). Teologi Islam sebagai basis etika dan moral dalam kehidupan masyarakat modern. Jurnal Syiar-Syiar, 5(2). https://doi.org/10.36490/syiar.v5i2.2280

Tempo, Pusat Data dan Analisa. (2020). Muhammad Quraish Shihab: Perjalanan sang ahli Tafsīr kontemporer. Jakarta: Tempo Publishing.

Trinata, A., et al. (2025). Bencana ekologis: Mereduksi risiko, memulihkan Indonesia. Samudra Biru.

Umam, M. H. (2023). Komparasi pemikiran ekoteologi Badiuzzaman Said Nursi dan Seyyed Hossein Nasr. Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Widiastuty, H., & Anwar, K. (2025). Ekoteologi Islam: Prinsip konservasi lingkungan dalam Al-Qur'an dan Hadits serta implikasi kebijakannya. Risâlah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 11(1). https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v11i1.2149

Wijaya, H. (2018). Analisis data kualitatif ilmu pendidikan teologi. Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.

Yana, R. F., Syawaluddin, F. A., & Siagian, T. N. (2020). Tafsīr bil ra’yi. Pena Cendikia, 3(1).

Downloads

Published

2026-09-17

How to Cite

Kerusakan Lingkungan Dalam Perspektif Al-Qur’an (Tafsīr Surat Al-A’rāf: 56 Dan Surat Al-Rūm: 41). (2026). Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 155-166. https://journal.al-afif.org/index.php/al-ilmiya/article/view/1657

Similar Articles

41-50 of 540

You may also start an advanced similarity search for this article.