Masjid dan Peradaban Islam Pesisir: Studi pada Masyarakat Desa Panyuran, Palang, Tuban
Keywords:
masjid, masyarakat pesisir, aktivitas keagamaan, pendidikan nonformal, solidaritas sosial, peradaban islamAbstract
Bangkitnya peradaban Islam di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran wilayah pesisir sebagai tempat pertama di mana Islam diperkenalkan melalui perdagangan. Proses Islamisasi yang tenang dan sensitif secara budaya terjadi dari interaksi antara pedagang Muslim dan kelompok masyarakat adat. Masjid memainkan peran penting dalam proses ini sebagai pusat interaksi sosial dan pendidikan selain berfungsi sebagai tempat ibadah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti fungsi Masjid Jami Nurul Ula Panyuran dalam kehidupan sosial dan keagamaan komunitas pesisir. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan metodologi kualitatif. Model interaktif yang mencakup pengurangan data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan digunakan untuk menilai data yang telah dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan informal, dan interaksi sosial lingkungan sekitar selain menjadi tempat ibadah. Keterlibatan aktif masjid dalam pembangunan masyarakat ditunjukkan melalui sejumlah kegiatan, termasuk pengajian rutin, tadarus Al-Qur'an, pelatihan qori', TPQ (pembelajaran Al-Qur'an untuk anak-anak), dan program sosial seperti khitan massal dan sedekah untuk fakir miskin serta anak yatim. Masjid juga bertindak sebagai forum diskusi yang meningkatkan hubungan antarpribadi dan mendorong kohesi masyarakat. Masjid berfungsi sebagai saluran yang kuat untuk internalisasi prinsip-prinsip Islam seperti kepedulian sosial, kolaborasi, dan ukhuwah (persaudaraan) di komunitas pesisir. Dengan demikian, masjid dapat dilihat sebagai lembaga multifaset yang menggabungkan aspek sosial, edukatif, dan spiritual dalam kehidupan bermasyarakat. Karena fungsinya yang menyeluruh, masjid merupakan komponen penting dalam membentuk masyarakat yang religius, damai, dan kuat.
Downloads
References
Aini, E. N., & Bukhori, I. (t.t.). Implementasi Fungsi Dan Peran Masjid Sebagai Salah Satu Pengembangan Pendidikan Agama Bagi Masyarakat Didesa Kamalkuning. 2022-06-11.
Amanda, R. R., Fakhruddin, A., & Kosasih, A. (2024a). Upaya Masjid dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial di Masyarakat. Journal of Education Research, 5(3), 4221–4231. https://doi.org/10.37985/jer.v5i3.1604
Amanda, R. R., Fakhruddin, A., & Kosasih, A. (2024b). Upaya Masjid dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial di Masyarakat. Journal of Education Research, 5(3), 4221–4231. https://doi.org/10.37985/jer.v5i3.1604
Barbour, R. (2007). Doing Focus Groups. SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.4135/9781849208956
Braun, V., & Clarke, V. (2019). Reflecting on reflexive thematic analysis. Qualitative Research in Sport, Exercise and Health, 11(4), 589–597. https://doi.org/10.1080/2159676X.2019.1628806
Denzin, N. K. (2017). The Research Act: A Theoretical Introduction to Sociological Methods (1 ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315134543
Hayati, E. Q. & Alimni. (2023). ISLAMISASI AJARAN ISLAM DI NUSANTARA. EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.36085/eltadib.v3i1.5683
Izzi Fekrat, Duski Samad, & Elda Rifai. (2024). Islamisasi Dan Pertumbuhan Institusi-Institusi Pendidikan Islam Di Nusantara. IHSANIKA : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 197–209. https://doi.org/10.59841/ihsanika.v2i2.1126
Kandung, R. F., Juniarsih, N., Oktalia, T., & Cahyadi, A. (2025). PERAN MASJID SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN ISLAM (NON FORMAL) DI MASJID THARIQUL JANNAH BENGKULU. Mushawwir Jurnal Manajemen Dakwah dan Filantropi Islam, 3(2), 36–44. https://doi.org/10.21093/mushawwir.v3i2.8617
Kudus, R., Irfan, I., Ulum, F., Maria, E., & Jamal, M. (2024). Optimalisasi fungsi Masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan. Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas, 1(3), 187–194. https://doi.org/10.53088/tintamas.v1i3.1295
Kuusisto, A., & Gearon, L. (2019). Why Teach about Religions? Perspectives from Finnish Professionals. Religions, 10(6), 347. https://doi.org/10.3390/rel10060347
Milková, E. (2015). Development of Programming Capabilities Inspired by Foreign Language Teaching. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 171, 172–177. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.01.104
Mulyadi, I., Zarkasyi, A., & Mustofa, I. (2025). Modernization of Pesantren Education According to Azyumardi Azra and Abdullah Syukri Zarkasyi (A Comparative Study). 20(2).
Nata, A. (2021a). Peran dan fungsi masjid di Indonesia dalam perspektif pendidikan Islam. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 10(3), 414–432. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v10i3.5203
Nata, A. (2021b). Peran dan fungsi masjid di Indonesia dalam perspektif pendidikan Islam. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 10(3), 414–432. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v10i3.5203
Portes, A. (1998). Social Capital: Its Origins and Applications in Modern Sociology. Annual Review of Sociology, 24(1), 1–24. https://doi.org/10.1146/annurev.soc.24.1.1
Rainwater, L. (2017). Social Policy and Public Policy: Inequality and Justice (2 ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315129686
Wren, T. E. (2017). Moral Obligations: Action, Intention, and Valuation (C. Harding, Ed.; 1 ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315124735
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Efa Lutfi Udma, Muhlishotul Amalia, Kholifah Rismawati, Nurul Hakim (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










