Nilai Tasawuf Sebagai Fondasi Digital Well-Being: Pendekatan Etika Spiritual Terhadap Kecanduan Media
Keywords:
Tasawuf, Etika Spiritual, Kecanduan Media Sosial, Digital Well-Being, AkhlakAbstract
Kemajuan teknologi digital dan media sosial telah mengubah pola hidup manusia secara mendasar. Intensitas penggunaan media sosial yang berlebihan menimbulkan fenomena kecanduan digital (digital addiction) yang berdampak pada penurunan konsentrasi, stres emosional, serta melemahnya kesadaran spiritual di kalangan mahasiswa. Tasawuf, sebagai dimensi batin Islam, menawarkan pendekatan etika spiritual melalui nilai‐nilai zuhud, muraqabah, muhasabah, dan qana‘ah untuk menyeimbangkan kehidupan digital dan spiritualitas manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, dengan menganalisis relevansi nilai tasawuf terhadap pengendalian kecanduan media sosial dan pembentukan digital well-being. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai tasawuf mampu meningkatkan kesadaran diri, mengatur perilaku digital secara proporsional, serta menumbuhkan keseimbangan moral dan emosional dalam aktivitas daring. Tasawuf berfungsi bukan hanya sebagai ajaran mistik, melainkan sebagai dasar etika kontemporer untuk membentuk kehidupan digital yang berkesadaran, beretika, dan menenangkan secara spiritual.
Downloads
References
Abdullah Haris. “Zuhud Digital: Moderasi Spiritualitas di Era Media Sosial.” Jurnal Etika dan Tasawuf Kontemporer 9, no. 1 (2022): 1–14.
Ahmad Fauzan. “Relevansi Konsep Tazkiyah al-Nafs terhadap Pengendalian Diri di Era Digital.” Jurnal Studi Keislaman dan Etika 5, no. 2 (2020): 77–86.
Ahmad Rizky Ramadhan. “Muraqabah as a Basis for Ethical Digital Behavior in Muslim Youth.” Journal of Spiritual Technology Studies 7, no. 2 (2024): 110–126.
Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Kuala Lumpur: ISTAC, 2021.
Dewi Kartikasari. “Digital Addiction and Emotional Well-Being: A Study among University Students.” Journal of Behavioral and Educational Psychology 14, no. 1 (2023): 33–47.
Farida Hasanah. “Integrasi Nilai Tasawuf dalam Literasi Digital Mahasiswa.” Jurnal Pendidikan Agama Islam 7, no. 2 (2022): 198–212.
Fikri, Kurniawan. “Meditasi Dzikir dan Kesejahteraan Psikologis di Era Digital.” Journal of Islamic Psychology 12, no. 2 (2023): 79–93.
Fitrawati, F. “Tasawuf Sebagai Solusi dari Kosongnya Spiritualitas pada Masyarakat Modern Akibat Perkembangan Teknologi.” Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid 24, no. 2 (2021): 160–175.
Harahap, N. R., Harahap, H. S., Jannah, F., and M. Q. Srg. “Penerapan Nilai-Nilai Tasawuf: Upaya Meningkatkan Akhlak dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Masa Kini.” Jurnal Pendidikan dan Konseling 4, no. 6 (2022): 13,455–13,465.
Hidayat Syamsul. “Krisis Moral di Era Digital dan Relevansi Ajaran Tasawuf.” Jurnal Filsafat dan Agama 8, no. 3 (2021): 144–160.
Ibnu Atha’illah as-Sakandari. Al-Hikam: Jalan Menuju Hati yang Damai. Cairo: Dar al-Kutub, 2021.
Jean M. Twenge and Gabrielle Martin. “Digital Media Use and Declines in Empathy.” Computers in Human Behavior 139 (2023): 107–122.
Latifah Rahmah. “Spiritual Mindfulness and Digital Balance among Muslim Students.” Journal of Islamic Contemporary Studies 9, no. 2 (2024): 55–70.
Mariek Vanden Abeele. Digital Well-Being: Media Use in Balance. London: Routledge, 2021.
Masyitoh, Andriyani, Zamzam, R., Murodi, and H. Bahar. “The Correlation of ‘Muraqabah’ with Mental Health and Physical Health.” Indonesian Journal of Islam and Public Health 2, no. 1 (2022): 44–49.
Muzammil, S. “Transformasi Tasawuf Modern Menurut Nasaruddin Umar dan Relevansinya dalam Masyarakat Multikulturalisme di Indonesia.” Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam 4, no. 1 (2024): 1–21.
Nurul Khairina. “Tasawuf dalam Pendidikan Karakter Digital Mahasiswa.” Jurnal Pendidikan Islam dan Teknologi 6, no. 1 (2023): 99–113.
Rahmawati Lestari. “The Role of Islamic Spirituality in Coping with Digital Stress.” International Journal of Islamic Studies and Mental Health 4, no. 3 (2021): 44–58.
Sholehuddin Ramli. “Etika Digital dalam Perspektif Tasawuf Modern.” Jurnal Akhlak dan Spiritualitas 10, no. 2 (2022): 120–136.
Sukmajaya, P. A. “Menguatkan Ketahanan Mental Remaja dengan Iman dan Tawakal.” Jurnal Ilmiah Psikologi dan Kesehatan Masyarakat 2, no. 2 (2024): 515–524.
Syukur, Ahmad. “Pemikiran Pendidikan Akhlak Tasawuf dalam Ajaran Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah Suryalaya.” Journal of Sufism and Psychotherapy 3, no. 2 (2023): 213–230.
Tamhidah, M. A. R., and N. Fauziyah. “Menerapkan Nilai Keikhlasan dalam Tasawuf: Strategi untuk Mencegah Degradasi Moral di Era Modern.” Inovasi Pendidikan Nusantara 6, no. 1 (2025).
Wanti, E. A., and S. Subiyantoro. “Manajemen Evaluasi (Muhasabah) Diri.” Jurnal Lentera: Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi 21, no. 2 (2022): 221–235.
Wijaya, R. “Kontekstualisasi Zuhud di Era Medsos.” Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an dan Al-Hadits 17, no. 1 (2023): 23–36.
Zainuddin Ahmad, Rahmawati Nur, and Fadillah Siti. “Integrating Sufi Practices into Digital Detox Strategies.” Journal of Spiritual and Behavioral Studies 5, no. 1 (2022): 32–48.
Zainul Arifin, Muhammad Ikhsan Ramadhan, and Maftuh Ajmain. “Ilmu Akhlak Tasawuf dalam Membangun Karakter.” Jurnal Intelek Insan Cendekia 2 (April 2025): 7219–7224.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ainul Muhlisa (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










