Analisis Kinerja Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala

Authors

  • Linda Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin Author
  • Khuzaini Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin Author
  • Rahmi Widyanti Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin Author

Keywords:

Kinerja, POPT, Motivasi Kerja, Sarana Prasarana, Kebijakan Daerah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala. Fokus kajian diarahkan pada aspek teknis pengendalian, pelaporan, koordinasi lintas instansi, serta faktor-faktor yang memengaruhi motivasi dan efektivitas kerja POPT. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, sehingga diperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi aktual di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja POPT relatif baik dalam aspek teknis pengendalian OPT, namun masih terdapat kelemahan pada aspek pelaporan dan koordinasi. Faktor pendukung kinerja meliputi kompetensi teknis dan pengalaman kerja, sedangkan faktor penghambat antara lain keterbatasan SDM, sarana prasarana, beban kerja yang tinggi, serta insentif yang belum memadai. Temuan ini sejalan dengan penelitian Khuzaini (2024) yang menekankan pentingnya program pemeliharaan pegawai dalam meningkatkan kepuasan kerja, serta penelitian Widyanti (2026) yang menegaskan pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai kontrak di organisasi publik. Implikasi penelitian ini adalah perlunya kebijakan daerah yang lebih fokus pada peningkatan motivasi kerja melalui sistem insentif berbasis kinerja, penguatan koordinasi lintas instansi, serta penyediaan sarana prasarana yang memadai. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi empiris dan praktis dalam upaya peningkatan efektivitas layanan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan di Kabupaten Barito Kuala.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi, R. (2018). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Rajawali Pers.

Amir Mahmud, H. T., & Nurmansyah, A. (2021). Analisis kinerja Petugas POPT di Kabupaten Subang. Jurnal Ilmu Penyuluhan dan Inovasi Pertanian, 26(3), 392–399.

Arifin, M. (2015). Analisis Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Kinerja Pelayanan Penyuluh Pertanian (Studi Kasus Di BP3K Kalibawang, Kulon Progo). Agrica Ekstensia, 9(1), 40–49.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Barito Kuala. (2024). Barito Kuala dalam angka 2023. Marabahan: BPS Barito Kuala.

Bahua, M. I. (2018). Peran motivasi dan kinerja penyuluh pertanian dalam mengubah perilaku petani jagung. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 14(3), 120–134.

Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT). (2015). Laporan Kinerja BBPOPT 2015. Kementerian Pertanian RI.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Sage Publications.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. (2018). Pedoman teknis POPT dan strategi pengendalian OPT terpadu. Jakarta: Kementan.

FAO. (2017). Integrated Pest Management: Principles and practice. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Hidayat, F. (2017). Evaluasi kinerja petugas POPT di Kabupaten X: studi kasus dan rekomendasi kebijakan. Skripsi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat.

Indraningsih, K., Sugihen, B. G., & Tjitrpranoto, P. (2016). Kinerja penyuluh dari perspektif petani dan eksistensi penyuluh swadaya. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian, Vol. 3, 45–60.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2016). Peraturan dan pedoman teknis pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. Jakarta: Kementan.

Khuzaini. (2024). Peningkatan Kepuasan Masyarakat melalui Peran Program Pemeliharaan Pegawai dan Kepuasan Kerja. Al-Ulum: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(1).

Putra, R., & Sari, D. (2019). Faktor determinan efektivitas POPT pada komoditas padi di wilayah pesisir. Jurnal Agrikultura dan Pembangunan, 7(2), 88–102.

Rahmawati, S., & Kurniawan, T. (2020). Strategi adaptasi POPT terhadap perubahan iklim di Kalimantan Selatan. Laporan penelitian, Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan.

Sambiyo. (2017). Analisis kinerja Petugas POPT di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan (Tesis). Universitas Terbuka Repository.

Widyanti, R. (2025). Manajemen Kinerja: Teori dan Konsep. PT BDProject.

Widyanti, R. (2025). Pelatihan dan Pendampingan Pengemasan Produk Hasil Kebun di Barito Kuala. Al-Ikhlas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 11(2).

Widyanti, R. (2026). Pemberian Kompensasi Memengaruhi Kinerja Karyawan Kontrak di Organisasi Publik Kota Banjarmasin. Al-Ulum: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(1).

Widyanti, R. (2026). Pengaruh e-Commerce dan Media Sosial terhadap Peningkatan Pendapatan UMKM di Banjarmasin. JEAMI, 4(2).

Widyanti, R. (2026). Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja, dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Al-Kalam: Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Manajemen, 13(1).

Yunasaf, U. (2018). Penyuluhan Pertanian: Teori Dan Praktik. Bandung: Unpad Press.

Yusuf, M., & Lestari, P. (2022). Implementasi pengendalian OPT terpadu: pengalaman dinas pertanian kabupaten. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Pertanian, 10(1), 33–50.

Zainuddin, A., & Haryanto, T. (2020). Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Di Daerah. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 15(2), 45–56.

Downloads

Published

2026-10-17

How to Cite

Analisis Kinerja Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala. (2026). Jurnal Prima Manajemen, 2(1), 45-62. https://journal.al-afif.org/index.php/jpm/article/view/1737