Konsep Hadits Tentang Perbuatan Bid’ah Tertolak: Analisis Sanad, Matan, Dan Pandangan Ulama
Keywords:
Hadits, bid’ah, matan, sanad, ulamaAbstract
Hadis sebagai sumber hukum Islam setelah Al-Qur'an menjadi landasan dalam menetapkan keabsahan amalan, termasuk praktik bid'ah. Pemahaman yang tepat terhadap hadis ini penting untuk menjaga keaslian ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep hadis tentang perbuatan bid'ah tertolak melalui analisis sanad dan matan, mengidentifikasi pandangan para ulama mengenai makna dan klasifikasi bid'ah, serta menjelaskan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan beragama. Fenomena ini semakin relevan ketika data menunjukkan bahwa di Jakarta Timur, yang memiliki jumlah masjid terbanyak di DKI Jakarta, banyak masjid secara rutin menyelenggarakan tahlilan dengan jamaah mencapai ratusan hingga ribuan orang, sementara sebagian ulama menilai praktik tersebut sebagai bid'ah dalam ibadah. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatifndengan pendekatan studi literatur melalui penelaahan berbagai sumber pustaka, seperti kitab hadis, kitab syarah hadis, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis tersebut berstatus sahih muttafaq 'alaih sehingga memiliki kedudukan yang kuat sebagai hujah dalam penetapan hukum Islam. Selain itu, para ulama sepakat bahwa hadis ini menjadi dasar penolakan terhadap setiap bentuk bid'ah dalam ibadah yang tidak memiliki landasan dalam Al-Qur'an dan Sunnah, meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai perkara baru dalam urusan duniawi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemahaman yang komprehensif terhadap hadis tentang perbuatan bid'ah tertolak sangat penting untuk menjaga keaslian ajaran Islam, menghindari penyimpangan dalam praktik ibadah. Penelitian ini juga berimplikasi pada penguatan komitmen umat Islam dalam menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman utama dalam kehidupan beragama.
Downloads
References
Al-Bukhari, M. bin I. (2000). Shahih al-Bukhari. (M. M. Khan, Trans.). Darussalam.
Al-Qur'an al-Karim.
Alquran-Sunnah.com. (2026). Perbuatan bid'ah ditolak. Diakses 7 Juli 2026, dari
https://www.alquran-sunnah.com/artikel/kategori/hadits-arbain/146-perbuatan-bidah-ditolak.html Al-Syathibi, A. bin M. (1997). Al-I'tisham. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Ali, H. (2024). In Bed with Data. Penerbit Buku Kompas.
Athi'ullah, I. R. (2025). Fenomena meme hadis bid'ah di media sosial Indonesia (Skripsi sarjana, UIN Maliki Malang).
Damanik, N. (2022). Bid'ah dalam kajian hadis. Shahih: Jurnal Ilmu Hadis, 5(2), 12–23. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/shahih/article/download/14633/6309
Fauziah, N. (2025). Analisis tradisi burdah keliling dalam perspektif ushul fiqih: Antara budaya dan maslahah. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(1), 230–239. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i1.918
Ibnu Rajab. (2002). Jami' al-'Ulum wa al-Hikam. (S. bin A. al-Arnaut, Ed.). Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Kemenag Purbalingga. (2021). Mutiara hadis edisi 07: Memahami bid'ah.
https://purbalingga.kemenag.go.id/mutiara-hadis-edisi-07-memahami-bid-39-ah/
Kurniawan, A., & Hidayat, R. (2022). Distingsi bid'ah dan budaya lokal dalam perspektif Al-Qur'an dan As-Sunnah. Reflektika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 17(1), 45–62.
https://ejournal.unia.ac.id/index.php/reflektika/article/viewFile/2399/1341
Mufidatul'Ula, W. (2026). Literatur review Ahlus Sunnah Wal Jama'ah: Praktik keagamaan yang dipandang sebagai bid'ah terlarang. INOMATEC: Journal of Innovation in Teaching and
Learning, 8(1), 112–128.
https://portalpublikasi.com/index.php/inomatec/article/download/887/764
Muslim, M. bin H. (2000). Shahih Muslim. (N. al-Khaththab, Ed.). Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Muslim.or.id. (2026). Apakah amal pelaku bid'ah tidak diterima? Diakses 7 Juli 2026, dari https://muslim.or.id/69538-apakah-amal-pelaku-bidah-tidak-diterima.html
Nuruddin, M. (2017). Menelisik konsep bid'ah dalam perspektif hadis. Jurnal Ilmiah Ushuluddin, 15(1), 1–18. https://journal.uin-antasari.ac.id/index.php/ushuluddin/article/view/1071
Pratama, Y., & Sari, D. K. (2023). Analisis amalan Islam Indonesia yang dipersepsikan sebagai bid'ah.
Inomatec: Journal of Innovation in Teaching and Learning, 5(2), 112–128.
https://portalpublikasi.com/index.php/inomatec/article/view/887
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur. (2025). Data sarana ibadah – Kota Administrasi Jakarta Timur [File Excel]. https://timur.jakarta.go.id/ppid/storage/files/251114-105842.xlsx
Rahman, F., & Hakim, L. (2022). Kontekstualisasi makna hadis tentang bid'ah perspektif Asy-Syathibi. Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 8(2), 89–104.
https://ejournal.iain-tulungagung.ac.id/index.php/kon/article/download/9515/2606
Rizal, M., & Anwar, S. (2021). Membedah konsep bid'ah. Jurnal Al-Mubarak, 7(1), 33–50. https://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/611
Sarwan, S., & Sabri, M. (2022). Revisiting the terminology of bid'ah hasanah as a counter discourse against bid'ah dalalah. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 23(2), 243–254. https://doi.org/10.14203/jmb.v23i2.1098
Umamah, R. (2007). Nilai hadist tentang amalan bid'ah yang tertolak dalam Sunan Ibnu Majah No. indeks 14 (Skripsi sarjana, IAIN Sunan Ampel Surabaya). http://digilib.uinsa.ac.id/78259/
Zaid, A., & Fatimah, S. (2024). Kontekstualisasi hadis berbasis konsep maqashid syariah: Analisis metodologi aktualisasi hadis pada sosial-kultural Indonesia. MISYKAT: Jurnal Ilmu-Ilmu
Al-Quran Hadits Syari'ah Dan Tarbiyah, 9(1), 97–112. https://doi.org/10.33511/misykat.v9n1.97-112
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rizka Aulia Syarif, Sa’dullah, Oktavia Suci Ramadani, Muhammad Fajar Kasih, Hafizh Akram Darma, Mohamad Syahril Sabda (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










