Pemahaman Masyarakat tentang Pentingnya Pendidikan Inklusif di SLB C Authisme Tuban
Keywords:
Community understanding, special education.Abstract
Abstract: This study aims to describe public understanding regarding special education institutions in Tuban Regency. Employing a qualitative descriptive approach, the study involved participants comprising teachers and members of the general public. Data were collected through interviews and documentation. The findings reveal both positive and negative perspectives regarding special education institutions; positive views indicate an understanding of these institutions, whereas negative views reflect a lack of understanding. Factors influencing public understanding include education levels, access to information, experience interacting with children with special needs, and outreach efforts conducted by the schools. Therefore, more intensive efforts regarding public education and outreach are required to foster an environment that is more inclusive and supportive of the development of students with special needs.
Downloads
References
Budiyanto, B., Insan, I., & Ahsan, A. (2020). Tantangan dan hambatan implementasi pendidikan inklusif di Indonesia. Jurnal Pendidikan Khusus, 15(2), 85-94.
Marlina, M. (2019). Panduan pelaksanaan model pembelajaran anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusif. Padang: UNP Press.
Pemerintah Kabupaten Tuban. (2018). Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Tuban: JDIH Kabupaten Tuban.
Pratiwi, J. C. (2017). Sekolah inklusi untuk anak berkebutuhan khusus: Tanggapan terhadap tantangan ke depan. Jurnal Pendidikan Khusus, 9(2), 43-51.
Rofiah, N. H. (2016). Proses penerimaan sosial (social acceptance) terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah inklusi. Jurnal Keamanan Publik dan Kesejahteraan Sosial, 4(1), 22-31.
Sari, L. K., & Sunardi, S. (2021). Hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan sikap terhadap anak penyandang autisme. Jurnal Ortopedagogia, 7(1), 14-19.
Tarnoto, N. (2016). Permasalahan-permasalahan yang dihadapi sekolah inklusi tingkat SD di Kota Yogyakarta. Humanitas: Jurnal Psikologi Indonesia, 13(1), 50-61.
Khasanah, F. N. (2022). Persepsi Masyarakat Terhadap Manajemen Pembelajaran Sekolah Inklusi di Kabupaten Ponorogo. Indonesian Journal of Gender Studies (IJouGS), 3(2).
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Muhibbin, M. A., & Hendriani, W. (2021). Tantangan dan Strategi Pendidikan Inklusi di Perguruan Tinggi di Indonesia: Literature Review. Jurnal Pendidikan Inklusi, 4(2), 92–102.
Muslimah, R., & Darmayanti, M. (2024). A Implementation of Inclusive Education in Primary Schools: A Literature Review and Bibliometric Analysis. Jurnal Pendidikan Inklusi, 8(2), 130–142.
Nisa’, S. K., Muntamah, B. S., & Nurdibyanandaru, D. (2024). Strategi Penguatan Budaya Inklusi dalam Ranah Pendidikan di Indonesia: Kajian Literatur. Jurnal Pendidikan Inklusi, 7(2), 63–79.
Oktradiksa, A. (2017). Analisis Persepsi Guru Madrasah tentang Konsep Sekolah Inklusi di MI Muhammadiyah Jagalan Kabupaten Magelang. Jurnal Pendidikan Khusus, 12(2), 77–95.
Purbasari, Y. A., Hendriani, W., & Yoenanto, N. H. (2022). Perkembangan Implementasi Pendidikan Inklusi. Jurnal Pendidikan: Teori dan Praktik, 7(1), 50–58.
Salurante, V. P. T., & Hendriani, W. (2021). Gambaran Attitude Guru pada Pendidikan Inklusi: A Literature Review. Jurnal Pendidikan Khusus, 17(1), 34–44.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ghorza Sahma A, Muhammad Nabil F , Tafa Ul Fatma Nur A , Muhamad Hafis A, Hamdanah, Nadya Putri S (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










