Kajian Filsafat Ketuhanan dan Pemikiran Kontemporer dalam Perspektif Modern

Authors

  • Tedi Gandara STIT Al-Azami Author
  • Siti Aminah STIT Al-Azami Author
  • Hendi STIT Al-Azami Author
  • Jamaludin STIT Al-Azami Author
  • Mira Santika Sari STIT Al-Azami Author

Keywords:

filsafat, ketuhanan, pemikiran, kontemporer

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, globalisasi, dan modernisasi telah mengubah cara manusia memahami realitas kehidupan, termasuk cara memaknai keberadaan Tuhan, hubungan agama dengan akal, serta posisi nilai-nilai spiritual dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan modern yang semakin kompleks dan dinamis. Perbedaan pandangan yang berkembang dalam berbagai aliran filsafat, seperti rasionalisme, empirisme, idealisme, eksistensialisme, positivisme, dan postmodernisme, melahirkan beragam paradigma dalam menjelaskan konsep ketuhanan, argumen keberadaan Tuhan, problem kejahatan, serta relasi antara agama, filsafat, dan ilmu pengetahuan. Meskipun berbagai penelitian telah membahas filsafat ketuhanan maupun aliran-aliran filsafat secara terpisah, kajian yang mengintegrasikan filsafat ketuhanan dengan perkembangan pemikiran kontemporer dalam satu kerangka analisis yang komprehensif, sistematis, dan relevan bagi pengembangan pendidikan serta kehidupan modern masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan filsafat ketuhanan dengan perkembangan pemikiran kontemporer, mengevaluasi kontribusi berbagai aliran filsafat terhadap pemahaman konsep ketuhanan, serta menjelaskan relevansinya dalam membangun paradigma berpikir kritis pada era modern. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA, melalui penelusuran literatur pada database Google Scholar, Garuda, dan Scopus, yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebelum dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa argumen ontologis, kosmologis, dan teleologis tetap memiliki relevansi filosofis, sedangkan perkembangan aliran filsafat modern memperkaya cara memahami relasi antara Tuhan, manusia, ilmu pengetahuan, dan realitas sosial secara lebih kritis serta kontekstual. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa integrasi filsafat ketuhanan dengan pemikiran kontemporer dapat memperkuat pengembangan pendidikan, meningkatkan literasi filosofis, menumbuhkan sikap reflektif, serta membangun karakter yang mampu merespons tantangan global secara rasional dan bertanggung jawab. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa filsafat ketuhanan tetap memiliki posisi strategis sebagai landasan konseptual dalam memahami dinamika pemikiran kontemporer serta mengembangkan paradigma keilmuan yang seimbang antara rasionalitas, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, A. (2017). Filsafat Umum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Ali, M. (2016). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.

Aristotle. (2004). Metaphysics. New York: Dover Publications.

Bagus, L. (2005). Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Bertens, K. (2018). Sejarah Filsafat Yunani. Yogyakarta: Kanisius.

Bertens, K. (2019). Filsafat Barat Kontemporer. Jakarta: Gramedia.

Copleston, F. (1993). A History of Philosophy (Vols. 1–9). New York: Doubleday.

Descartes, R. (1998). Meditations on First Philosophy. Cambridge: Cambridge University Press.

Gaarder, J. (2015). Sophie's World. London: Phoenix.

Hamersma, H. (1992). Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern. Jakarta: Gramedia.

Hatta, M. (1986). Alam Pikiran Yunani. Jakarta: UI Press.

Hidayat, K. (2014). Agama Punya Seribu Nyawa. Jakarta: Noura Books.

Immanuel Kant. (1998). Critique of Pure Reason. Cambridge: Cambridge University Press.

Kattsoff, L. O. (2004). Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Keraf, A. S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Kompas.

Mulyadhi Kartanegara. (2003). Integrasi Ilmu. Bandung: Mizan.

Nasr, S. H. (2007). The Garden of Truth. New York: HarperCollins.

Nasution, H. (2006). Filsafat Agama. Jakarta: Bulan Bintang.

Poedjawijatna. (2004). Pembimbing ke Arah Alam Filsafat. Jakarta: Rineka Cipta.

Popper, K. (2002). The Logic of Scientific Discovery. London: Routledge.

Rahardjo, M. D. (2010). Ensiklopedi Al-Qur'an. Jakarta: Paramadina.

Russell, B. (2004). History of Western Philosophy. London: Routledge.

Salam, B. (2000). Pengantar Filsafat. Jakarta: Bumi Aksara.

Suriasumantri, J. S. (2017). Filsafat Ilmu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Suseno, F. M. (1992). Filsafat sebagai Ilmu Kritis. Yogyakarta: Kanisius.

Suseno, F. M. (2006). Etika Dasar. Yogyakarta: Kanisius.

Titus, H. H., Smith, M. S., & Nolan, R. T. (1984). Persoalan-Persoalan Filsafat. Jakarta: Bulan Bintang.

Whitehead, A. N. (1978). Process and Reality. New York: Free Press.

Yusuf, M. (2018). Filsafat Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia.

Zamroni. (2011). Pendidikan Demokrasi. Yogyakarta: Ombak.

Dewi, N. R. S. (2021). Konsep ketuhanan dalam kajia

n filsafat. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 1(2), 146–160.

Noor, M. (2018). Filsafat ketuhanan. Jurnal Humaniora Teknologi, 3(1).

Adenan, A., Az-zahra, L., Humairah, H., & Anggraini, T. (2024). Konsep teologi ditinjau dari konsep filsafat ketuhanan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1).

Kasmila, A., Annisa, A., Wahyuni, D. T., Mustofa, I., & Fakhri, J. (2025). Paradigma filsafat pendidikan Islam tentang hubungan manusia, alam, dan ilmu pengetahuan. Jurnal Ilmiah Falsafah.

Dani, A. W. M., Jaelani, M. N. G., Riswandi, S. U., & Munir, M. M. (2026). Integrasi ontologi Tuhan, alam, dan manusia dalam filsafat pendidikan: Systematic Literature Review. Jurnal Keilmuan dan Keislaman, 5(2), 347–364.

Artikel dari Millah: Journal of Religious Studies. Universitas Islam Indonesia.

Adhani, Y., Lukum, R., & Nurdin, A. (2024). Kajian nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai penguatan karakter religius pada peserta didik. Jambura Journal Civic Education.

Kudori, M., Santoso, G., & El-Abid, M. (2023). Eksplorasi lintasan spiritualitas, etika, dan filsafat yang memberikan makna mendalam. Jurnal Pendidikan Transformatif.

Adams, R. M. (1971). The logical structure of Anselm's arguments. The Philosophical Review.

Craig, W. L. (1979). The Kalam cosmological argument. Macmillan.

Gale, R. (1991). The existence of God. Philosophy and Phenomenological Research.

Hick, J. (1966). Evil and the God of love. Religious Studies.

Mackie, J. L. (1955). Evil and omnipotence. Mind.

Plantinga, A. (1967). The ontological argument. The Philosophical Review.

Plantinga, A. (1974). The free will defense. American Philosophical Quarterly.

Rowe, W. L. (1979). The problem of evil and some varieties of atheism. American Philosophical Quarterly.

Swinburne, R. (1968). The argument from design. Philosophy.

Tooley, M. (2010). Cosmological arguments. Philosophy Compass.

Oppy, G. (1995). Ontological arguments and belief in God. Religious Studies.

Nagasawa, Y. (2011). The existence of God. Religious Studies.

Downloads

Published

2026-06-27

How to Cite

Kajian Filsafat Ketuhanan dan Pemikiran Kontemporer dalam Perspektif Modern. (2026). Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 153-165. https://journal.al-afif.org/index.php/al-ilmiya/article/view/1328

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>