Urgensi  Self Control dalam Mengatasi Dampak Sosial Broken Home di SDN 2 Wanasaba Daya

Authors

  • Yus Inda Lestari Universitas Doktor Nugroho Magetan, Magetan, Indonesia Author
  • Taurinda Mahardiyanti Universitas Doktor Nugroho Magetan, Magetan, Indonesia Author
  • Athanasia Dian Setiati Universitas Doktor Nugroho Magetan, Magetan, Indonesia Author

Keywords:

Self-control, Broken home, Elementary school

Abstract

Pendidikan karakter dan perkembangan sosial anak usia sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh dinamika lingkungan keluarga sebagai lingkungan pendidikan utama. Namun, fenomena di SDN 2 Wanasaba Daya menunjukkan bahwa siswa yang berasal dari latar belakang keluarga broken home sering kali mengalami dampak psikologis dan sosial yang signifikan, seperti ketidakstabilan emosi, kecenderungan perilaku agresif, isolasi diri, serta penurunan konsentrasi dalam proses belajar. Kondisi ini menuntut adanya kemampuan self-control atau kontrol diri yang mumpuni sebagai mekanisme pertahanan internal agar siswa mampu mengelola impuls emosional dan tetap beradaptasi secara positif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam urgensi kemampuan self-control dalam meminimalisasi dampak sosial negatif pada siswa dari keluarga broken home serta mengidentifikasi strategi dan upaya pembinaan nyata yang dilakukan oleh pihak sekolah sebagai institusi pendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif untuk memperoleh gambaran yang utuh. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yang meliputi siswa dari keluarga broken home, wali kelas, serta kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam yang terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengujian keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-control memiliki urgensi yang sangat fundamental sebagai perisai internal bagi siswa broken home dalam meregulasi emosi negatif, menahan impulsivitas, serta menjaga harmonisasi interaksi sosial dengan teman sebaya di sekolah. Upaya pembinaan yang diimplementasikan oleh pihak sekolah mencakup pendekatan personal, pemberian motivasi berkelanjutan, internalisasi nilai-nilai religius, penerapan kedisiplinan humanis, serta pengawasan perilaku secara intensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan self-control yang didukung oleh pendampingan konsisten dan pendekatan humanis dari sekolah terbukti efektif membantu siswa mengendalikan emosi serta meningkatkan kemampuan adaptasi sosial mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi praktisi pendidikan dalam merancang strategi pendampingan yang lebih inklusif dan empatik bagi siswa dengan latar belakang keluarga yang rentan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Wiratri, A. (2018). Menilik ulang arti keluarga pada masyarakat Indonesia. Jurnal Kependudukan Indonesia, 13(1), 15–26. https://doi.org/10.14203/jki.v13i1.305

Hadian, V. A., Maulida, D. A., & Faiz, A. (2022). Peran lingkungan keluarga dalam pembentukan karakter. Jurnal Education and Development, 10(1), 240–246. https://doi.org/10.37081/ed.v10i1.3365

Ryandini, N. L., & Destiwati, R. (2021). Komunikasi antarpribadi orang tua dan anak broken home akibat perceraian. MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 39–45. https://doi.org/10.35326/medialog.v4i2.1386

Isbi, P., Suprapto, W., & Yanti, L. (2024). Analisis dampak broken home terhadap perilaku sosial siswa kelas V di SDS Kopisan Plus Singkawang Selatan. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(3). https://doi.org/10.23969/jp.v9i3.17669

Sunarsih, D., & Sunarti, Y. (2020). Persepsi pendidikan bagi siswa broken home (Studi kasus SDN Dukuh Payung Jatirokeh). Jurnal Ilmiah Kontekstual, 1(2). https://doi.org/10.46772/kontekstual.v1i02.157

Abdurrazaq, E., Dianto, M., & Mulyani, R. R. (2025). Self control peserta didik keluarga broken home di SMA dan SMK Kecamatan Lubuk Begalung. JKI (Jurnal Konseling Indonesia), 11(1), 1–10. https://doi.org/10.21067/jki.v11i1.12287

Sulistia Permata, R., & Netrawati, N. (2024). Gambaran self control pada siswa yang berasal dari keluarga broken home. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 41510–41516. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/20042

Mukarromah, N., & Wulandari, S. (2025). Implementasi segitiga restitusi terhadap pembentukan disiplin positif dan kecerdasan emosional murid. Jurnal Psikologi Pendidikan Nusantara, 4(1), 12–25.

Amanda, S., & Arsini, Y. (2024). Peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan self-control siswa broken home. Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan. https://doi.org/10.19109/47zeta77

Downloads

Published

2026-10-30

How to Cite

Urgensi  Self Control dalam Mengatasi Dampak Sosial Broken Home di SDN 2 Wanasaba Daya. (2026). Advances In Education Journal , 3(2), 310-322. https://journal.al-afif.org/index.php/aej/article/view/1783

Similar Articles

101-110 of 144

You may also start an advanced similarity search for this article.