Pertanggungjawaban Pegadaian Syariah terhadap Hilangnya Barang Jaminan Nasabah dalam Perspektif Hukum Islam (Pegadaian Syariah di Kabupaten Bantaeng)

Authors

  • Resky Amelya Putri S Universitas Muhammadiyah Makassar Author
  • Hasanuddin Universitas Muhammadiyah Makassar Author
  • Ulil Amri Universitas Muhammadiyah Makassar Author

Keywords:

Pegadaian Syariah, Barang Jaminan, Pertanggungjawaban, Rahn, Hukum Islam.

Abstract

This study aims to examine the responsibility of Sharia Pawnshops for the loss of customers’ collateral items and to analyze it from the perspective of Islamic law. This research is a field research with a qualitative approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation at the Sharia Pawnshop in Bantaeng Regency and analyzed descriptively using normative Sharia and juridical approaches. The findings show that the Sharia Pawnshop in Bantaeng Regency is responsible for the loss of collateral items if the loss is caused by the pawnshop’s negligence. The responsibility is fulfilled through compensation based on the appraised value of the collateral items (marhun) in accordance with internal regulations and applicable laws. From the perspective of Islamic law, this responsibility is consistent with the principles of amanah (trustworthiness) and mas’uliyyah (responsibility) as regulated in the rahn contract and DSN-MUI fatwas, which require the pawn recipient (murtahin) to safeguard the collateral and provide compensation in case of loss due to negligence. The settlement mechanism also reflects the principles of justice and deliberation. Therefore, it can be concluded that the responsibility of Sharia Pawnshops for the loss of customers’ collateral items is in accordance with Islamic legal principles, although improvements in supervision and security systems are still needed to maintain public trust.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2013.

A. Djazuli, Kaedah-Kaedah Fikih, Jakarta: Kencana, 2016.

As-Suyuthi, Al-Asybah wa An-Nazha’ir, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2004.

Al-Ghazali, Al-Mustashfa min ‘Ilm al-Usul, Beirut: Dar al-Kutub al- ‘Ilmiyyah, 1993.

Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah (Jakarta: Rajawali Pers, 2015), 100–105

Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah (Jakarta: Rajawali Pers, 2015), 100–103

Aulia, F. (2024). Pemaknaan Lapangan dalam Penelitian Kualitatif: Telaah Berdasarkan Perspektif Lexy J. Moleong. Jurnal Metodologi Sosial, 10(2), 45–60.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, Fatwa DSN-MUI Nomor 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn, ketentuan hukum angka 3 dan 4

Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) No. 25/DSN-MUI/III/2002 dan No. 26/DSN-MUI/III/2002.

Hasil wawancara awal dengan pihak Pegadaian Syariah Bantaeng, 2024.

H. Ahmad Rofiq, Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2012.

Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik (Jakarta: Gema Insani Press, 2001), 128–129

Wahbah al-Zuhaylī, Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuh, Jilid V (Damaskus: Dār al-Fikr, 1985), 181–184.

Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik (Jakarta: Gema Insani Press, 2001), 128–130

M. Syafi’i Antonio, Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik, Jakarta: Gema Insani, 2001.

M. Syafi’i Antonio, Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik, Jakarta: Gema Insani, 2001. 81

Peneliti, Observasi Lapangan Pegadaian Syariah Bantaeng, 2024. Peraturan OJK No. 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pegadaian.

H. Ahmad Rofiq, Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2012.

Rahman, Ahmad Fatur, and Hadi Daeng Mapuna. ”Tanggung Jawab Pegadaian Syariah Atas Hilang Atau Rusaknya Barang Jaminan Dalam Presfektif Hukum Islam.” Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah (2021): 139-146.

Sutan Remy Sjahdeini, Perbankan Islam dan Kedudukannya dalam Tata Hukum Perbankan Nasional, Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 2014.

Suardi, R. (2024). Pertanggung Jawaban Pegadaian Syariah Atas Hilang Atau Rusaknya Barang Jaminan Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Islam (Pegadaian Syariah Cabang Jampu‟ e Kab. Pinrang) (Doctoral dissertation, IAIN ParePare).

Samrijal, ”Pertanggungan Risiko Kerusakan dan Kehilangan Barang Jaminan pada PT. Pegadaian Syari’ah Cabang Aceh,” Diploma Thesis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2018,

Sutan Remy Sjahdeini, Perbankan Islam dan Kedudukannya dalam Tata Hukum Perbankan Nasional, Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 2014

Sayyid Sābiq, Fiqh al-Sunnah, Jilid III (Beirut: Dār al-Fikr, 1997), 146–147 Wahbah al-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Juz 5, Beirut: Dar al-Fikr, 1989.

Wahbah al-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Juz 5, Beirut: Dar al-Fikr, 1989.

Wahbah al-Zuhaylī, Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuh, Jilid V (Damaskus: Dār al-Fikr, 1985), 181–183.

Wahbah al-Zuhaylī, Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuh, Jilid V (Damaskus: Dār al-Fikr, 1985), 181–182

Downloads

Published

2026-04-13

How to Cite

Pertanggungjawaban Pegadaian Syariah terhadap Hilangnya Barang Jaminan Nasabah dalam Perspektif Hukum Islam (Pegadaian Syariah di Kabupaten Bantaeng). (2026). Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 1(5), 298-306. https://journal.al-afif.org/index.php/al-ilmiya/article/view/1009

Similar Articles

41-50 of 237

You may also start an advanced similarity search for this article.